Halaman

Jumat, 20 November 2009

MENINGKATKAN KAPASITAS IMAN

MENINGKATKAN KAPASITAS IMAN

Kemampuan kita untuk menerima segala sesuatu yang Tuhan sediakan ditentukan oleh kapasitas iman kita. Tuhan memang memberikan kapasitas iman tertentu kepada kita, tetapi apakah selama kita hidup, kita sudah berada kapasitas iman kita yang paling maksimum sehingga seluruh rencana Tuhan atas hidup kita tergenapi dengan sempurna?
Alkitab menuliskan bahwa Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan Firman Tuhan. Inilah rahasia peningkatan kapasitas iman yaitu :
MENDENGAR AKAN FIRMAN TUHAN. Mendengar bukan hanya berarti dengan mendengarkan kotbah dan kaset sudah akan meningkatkan iman kita. TIDAK, sekali lagi TIDAK, orang boleh saja mendengar ribuan kotbah atau hadir di kebaktian-kebaktian untuk mendengar kotbah, tetapi imannya juga tidak bertumbuh. MENDENGAR yang Tuhan inginkan adalah dalam kapasitas HUBUNGAN antara Tuhan dengan manusia. Mendengar tetapi tidak terhubung, tidak akan meningkatkan kapasitas iman kita. Tuhan ingin kita mendengar Dia, bukan mendengar sebuah acara kotbah. Acara kotbah bisa menjadi sarana di mana kehendak Tuhan disampaikan hanya ketika seseorang dalam kondisi terhubung denganNya. Mendengar semacam inilah yang akan meningkatkan kapasitas iman.
MENDENGAR KESAKSIAN-KESAKSIAN. Kesaksian adalah semacam testimony atau bukti. Ketika kita diliputi keraguan akan Firman Tuhan, maka kesaksian-kesaksian (yang benar) akan membantu kita untuk menghilangkan keraguan-keraguan tersebut. Kala kita melihat banyak orang telah mengalami Firman Tuhan, maka iman kita akan ikut terbangun. Anda akan sangat terbantu ketika anda bisa hidup di sebuah lingkungan / komunitas yang dipenuhi oleh orang-orang yang telah mengalami dan melakukan Firman Tuhan.
Langkah terakhir untuk meningkatkan kapasitas iman kita adalah dengan memperkatakan dan bertindak menurut iman yang diberikan Tuhan kepada kita melalui FirmanNya. Dengan berkata-kata maka kita akan dibenarkan (Roma 10 :9), dengan bertindak maka kita sedang melepaskan kuasa Iman tersebut untuk bekerja sama dengan kuasa Tuhan dalam langkah-langkah yang nyata. Dan ketika kita bertindak, terjadi sebuah tuntunan-tuntunan yang merupakan dialog kita dengan Tuhan, dalam keseluruhan proses tersebut kita akan melihat bahwa iman kita akan mulai mengikuti iman Tuhan dalam kapasitas yang terus membesar.(SL)

Related Post



Tidak ada komentar: